Mengumbar atau Menahan Pandangan?

DKM Al-Hadi SMPN 1 Bogor

Ibnu Abbas, ra berkata, " Setan selalu berada dalam 3 tempat pada diri laki-laki, yaitu pada pandangannya, hatinya, dan kelaminnya. Sedang ia berada pada 3 tempat pada diri perempuan, yaitu pada pandangannya, hatinya, dan kelemahannya."



Ibnu Qayyim Al Jauzy menjelaskan bahwa mengumbar pandangan mata berarti menggiring dirinya sendiri menuju jurang kehancuran. Kemaksiatan sering terjadi terutama karena pandangan yang diumbar. Pandangan mata melahirkan perkataan hati. Kemudian diikuti oleh pikiran, syahwat, dan keinginan. Apabila keinginan menguat, maka keinginan tersebut akan menjadi tekad yang diakhiri dengan perbuatan dan tindakan.



Rentetan proses ini tidak akan terjadi apabila dihentikan sejak awal. Sabar dalam menundukkan pandangan mata sebenarnya lebih mudah dan ringan dibandingkan sabar merasakan akibat-akibat yang ditimbulkannya.



Bahaya pengumbar pandangan :

1.. Pandangan yang haram berbahaya bagi kesucian hati
2.. Dapat memancing berbagai keinginan dan nafsu syahwat
3.. Menghilangkan kemampuan mengendalikan diri sendiri
4.. Dapat menyebabkan tidak sabar, ceroboh, berpikir pendek serta dapat melupakan dzikir kepada Allah
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya,..." (QS An-Nuur : 30)

"Katakanlah kepada perempuan yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya,..." (QS An-Nuur : 31)



Manfaat menahan pandangan mata :

1.. Cerminan ketaatan kepada Allah
2.. Membersihkan hati dari derita penyesalan
3.. Mendatangkan cahaya kepada dirinya
4.. Mendatangkan kekuatan firasat yang benar
5.. membuka pintu ilmu dan jalan ilmu
6.. Menimbulkan kekuatan hati, keberanian dan keteguhan
7.. Menmbebaskan diri dari tawanan syahwat
8.. Menutup pintu neraka Jahannam
9.. Menguatkan dan mengokohkan akal
Rasulullah saw bersabda, "Pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan wanita, maka Allah mewariskan kelezatan di dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari ketika dia bertemu denganNya."
0 Responses to "Mengumbar atau Menahan Pandangan?"

Posting Komentar