Tampilkan postingan dengan label Buletin Jumat-BUASS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buletin Jumat-BUASS. Tampilkan semua postingan

3 Penyakit Hati-BUASS EDISI 2

DKM Al-Hadi SMPN 1 Bogor

3 Penyakit Hati
Assalamualaikum.
Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah S. W. T. yang telah memberikan segala limpahan rizky-nya pada kita. Setelah hampiir gagal dengan “BUASS” edisi 1, sekarang kita akan berbenah diri dengan “BUASS” edisi 2. Sejarang kita akan ngebahas “3 Penyakit Hati” apa aja? Silakan disimak.“Hai manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari rabbimu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada didalam dada & petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”(QS: Yunus-10) Hati manusia tidak akan pernah sepi dari godaan yang dapat menjerumuskan pada kebinasaan & posisi rendah dihadapan Allah. Allah telah mengatur agar keinginan untuk meraih sesuatu dengan cepat itu bisa dikendalikan. Manusia bukan malaikat yang tidak pernah salah dan keliru. Namun jika manusia mendapatkan kesalahan pada dirinya Allah-pun memerintahkan kita para manusia untuk bertaubat. Ingatlah ketika nenek moyang kita yaitu Nabi Adam & Siti Hawa melakukan kesalahan & memohon ampun kepada Allah S. W. T. “Ya Allah tuhan kami, kamk telah menganiaya diri kami sendiri & jika engkau tidak mengampuni kami & member rahmat pada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi”( QS”: Al-A’raaf-23) Nabi Muhammad S. A. W. menjelaskan 3 hal yang mencelakakan manusia. Beliau bersabda: “Ada 3 perkara yang membinasakan, yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekeliruan yang dipatuhi & seseorang yang membanggakan dirinya sendiri”( HR. Athabrani & Anasi ) Pertama hawa nafsu yang diperturutkan ( Hawwun Mutaba’uun) yaitu keinginan meraih kesenangan duniawi dengan mengejarnya dan melupakan akhirat. Selayaknya setiapmuslim waspada dengan hawa nafsu, sebab dia bisa saja mengubah sarana menjadi tujuan & tujuan menjadi sarana. Seperti seorang yang belajar agama yang tadinya bertujuan menjadi hamba Allah yang shaleh, namun karena orang tersebut pandai bicara jadilah dia dipuji-puji orang sebagai rohaniawan yang ngetop. Banyak yang minta nasehat, mengundang untuk ceramah, memberi pujian sana-sini. Akhirnya dia cari uang dengan agama, menjual ayat-ayat Allah menjadi tujuan hidupnya. Sering memajukan dirinya & merendahkan orang lain, tidak lagi menjadi teladan untuk ibadah & amal shaleh, suka mengeluarkan fatwa-fatwa orderan dengan mendapatkan balasannya berupa materi. Maka agama dijadikan sarana untuk diri sendiri. Seperti kisah Bal’aan bin Ba’uura didalam Al-Quran yang menggambarkan orang yang terjebak dalam mengikuti hawa nafsu padahal dia seharusnya menjadi orang yang shaleh dan memberikan banyak manfaat bagi orang banyak. Seseorang yang hidupnya seperti Bal’aan diumpamakan seperti ( maaf ya!) Anjing, karena dia menjadi penjilat orang yang dianggap hebat, padahal Allah ta’ala dapat menjadikannya seseorang yang mulia jika tidak mengikuti hawa nafsunya. Jika agama dapat membuat orang itu lalai dari tujuan bagaimana pula bagi orang yang meningalkan agama itu? Kedua kekikiran yang diperturutkan yaitu sifat tamak terhadap harta, dengan takut kehilangan sesuatu yang sudah diraih sebelumnya. Orang kikir pada hakekatnya tidak percaya bahwa Allah ta'ala akan menyediakan pahala belipat-lipat jika dia mau berkorban, mau memberikan sesuatu yang dimilikinya untuk berjuang dijalan Allah semata, menolong orang yang kesusahan & meringankan penderitaan orang lain."Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan" ( QS: 89-Al-Fajr-20) Kekikiran disebabkan cinta cinta harta yang berlebihan. Yaah mungkin manusia bila sudah kena penyakit ini pasti selalu menghitung untung dan rugi setiap tindakannya dengan uang.Bisa jadi dia memberi hanya untuk kepentingan pribadi & politik ( hehe.. sebentar lagi kan pemilu ) dan apabila dikatakan kepada mereka: Nafkahkanlah sebagian dari rizky yang diberikan Allah padamu, maka orang-orang kafir akan berkata kepada orang-orang yang beriman " Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah dia memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata" Yang ketiiiga adalah....membanggakan diri sendiri( pengen ngetop, terkenal, dipuja-puji orang laen! ). Biasanya sii Selebriti, tokoh-tokoh politik, hati-hati juga buat para "JUARA" yang kemhsyuran orang bisa lupa diri & menganggap dirinya istimewa. Karena itu dia menjadi sombong padahal kesombongan itu hanya milik Allah semata. "Keagungan adalah sarungku & kesombongan adalah pakaianku, barang siapa merebutnya dari aku, aku akan menyiksanya" (HR. Muslim ) Ingat sobat! Kesombongan adalah sifat utama iblis laknatullah. Sombong, angkuh, kasar, besar kepala, mengabaikan kebenaran, meremehkan peringatan, memandang rendah orang lain adalah bagian sifat tercela yang diturunkan iblis kepada membernya( pengikut ). Rosulullah S. A. W. bersabda:"Tidak masuk surga orang yang dihatinya sebesar biji sawi dari kesombongannya"( HR. Muslim )
Adat penyembuhan.
Al-quran jika kita mentadaburkan ( mengkaji & merenungkan ) isi dan kandungannya maka, akan segera merasuk kedalam hati & jiwa sahabat. Jika tidak, mungkinkah hati kita sudah dikunci????
-YAF-

DIBALIK GANASNYA VALENTINE'S (BUASS edisi-1)

DKM Al-Hadi SMPN 1 Bogor

DIBALIK GANASNYA VALENTINE'S

Assalamualaikum!
Hai sob! Sebelumnya kita ucapkan dulu Alhamdulillah karena akhirnya buletin dakwah legendaris yang pernah terbit akhirnya muncul lagi ke permukaan. Tapi, dengan nama baru donk! sekarang namanya jadi "Bacaan Anak Soleh Spensa", disingkat BUASS! aum...
Eits, tapi tenang! Isi kita nggak se"galak" macan! tapi isinya masih sama kok, berkisar tentang kejadian-kejadian yang lagi Hot-hotnya nieh...
Sekarang kita mau ngebahas tentang "Hari Valentine". Hari nggak gag masuk akal & gag penting( sampah yg gag dibuang 1000 hari ). Soalnya Valentine itu bukan tradisi agama kita tapi cuma pembodohan belaka! nih kita mau ceritain sejarah & pelaksanaannya selamat membaca!!!

Ritual hari Valentine yang mengusung panji percintaan dan kasih sayang, diperingati dengan berbagai cara. Ada yang mengekspresikannya dalam bentuk pengiriman kartu yang kadang-kadang disertai dengan hadiah yang sarat dengan simbol LOVE. Namun ada yang merayakan dengan menggelar pesta makan, minum yang diiringi musik dansa yang dinyanyikan secara berpasangan. Bahkan diakhiri zinah. Semua ini tentu saja merupakan hal yang wajar dan lazim. Akan tetapi tentu bukan sesuatu yang wajar dan lazim setidaknya dalam ukuran Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, jika tata cara pengekspresian hari Valentine dilakukan dengan melabrak sistem nilai dan norma.

Tidak sedikit pecandu Valentine Day( udah kayak rokok aja )mengeksploitasi momen klasik ini dengan menorehkan cinta dan perasaan kasih sayang pada Valentine card-nya dengan gambar yang bernuansa erotis dan pornografi( waaah ). Demikian pula yang diekspresikan dalam bentuk ceremonial party, selain diwarnai dengan ajang perselingkuhan mini lantaran kontrak person berpasangan yang tidak mengenal lagi batas mahram juga kerap menggiring para abdi Valentino dengan mengkonsumsi barang haram mulai dari minuman keras hingga narkoba yang berujung dengan mabuk-mabukan( lebih parah lagi ).

Tak cuma itu dengan dalih hari kasih sayang, tidak jarang petualang hari Valentine merayakannya dengan gamely ala Valentine, namun yang tragis lagi adalah eksploitasi rasa cinta dan kasih sayang dari Valentines Day dengan mengumbar syahwat rendahnya. Pasangan muda-mudi yang tak memiliki ikatan perkawinan kerap melewatkan semalam suntuk Valentine Day dengan mengekspresikan seks bebas ala nudis.

Selain Valentine Day cenderung dimanifestasikan dengan pendewaan terhadap hedonisme dan konsumerisme luar biasa. Ia juga sarat dengan bias-bias pelanggaran hukum dan moral. Semua ini tentu dengan dalih cinta dan kasih sayang yang terkemas dalam spektrum doktrinal Santo Valentino. Anehnya karena penikmat ritual hari Valentine, sebagian besar hanya tahu kesemarakan prosesi ceremonial nya saja tanpa sedikitpun pengetahuan tentang apa, siapa dan mengapa Valentine Day itu diperingati.

Mencermati hingar bingar peringatan Valentine Day sebagaimana terurai di atas, sebagai komunitas yang memegang teguh budaya ketimuran dengan aksentuasi pada nilai keagamaan khususnya Islam yang dianut mayoritas masyarakat kita di negeri ini, rupanya kita perlu mawas diri dan berkontemplasi secara mendalam tentang eksistensi Valentine Day terutama dari aspek sosio-historisme. Ini penting, karena sudah merupakan tabiat peradaban modern, menurut John Naisbitt & Patricia Aburdens dalam Megatrend 2000 senantiasa berorientasi pada trend gaya hidup yang bersirkulasi pada tiga F yaitu ; food, fashion, and fun.
Ritual-ritual Valentine Day yang mengekspresikan nuansa kasih sayang dengan menyajikan aktivitas makan, minum, dancing atau tata laku eksotis lengkap dengan kemasan aneka fashion kontemporer jelas merepresentasikan formulasi modernitas dan globalisasi John Naisbitt & Patricia Aburdens. Ironisnya karena ritual-ritual Valentine Day yang kerap diperagakan oleh masyarakat kita terutama dari anak-anak muda dewasa ini, lebih banyak karena faktor latahan dan toleransi friendly yang bersifat compliance atau identification tanpa pernah mengetahui faktor sejarah yang melatar belakangi munculnya tradisi Valentine Day.

Paling celaka jika ritual Valentine Day digunakan sebagai sarana untuk melegitimasi pola kehidupan hedonisme. Dengan dalih kasih sayang, kaum hedonistik mengeksploitasi momentum hari Valentine untuk memanjakan kepuasan diri secara maksimal dengan menghalalkan segala cara (The end justifies the means).

Memang tidak dapat disangkal bahwa kasih sayang merupakan salah satu pranata sosial yang paling penting dalam kehidupan modern. Sebab dengan berkasih sayang manusia dalam melakukan interaksi sosial, akan melahirkan peradaban maju yang bertumpu pada nilai-nilai perdamaian abadi. Namun tidak sedikit karena faktor kasih sayang yang diekspresikan secara berlebihan dan non-prosedural dalam konteks moral dan religi bahkan norma, maka manusia dengan segala bentuk peradaban yang diwujudkannya, akan terpuruk dan binasa di lembah kehinaan, sebagaimana yang telah menimpa beberapa kaum di masa lampau.

Lalu apakah tradisi Valentine Day dalam perspektif sosio-historiss benar-benar terlahir di atas altar kasih sayang? Mungkinkah tradisi Valentine Day, sesungguhnya merupakan bagian dari taktik barat dalam menginfasi budaya ketimuran yang berakar pada nilai-nilai religius? Dari hasil penjelajahan penulis terhadap berbagai sumber mengenai Valentine Day, maka kita sebagai umat Islam tampaknya harus cermat dan berhati-hati dengan tradisi ini. Betapa tidak, karena dengan mengucapkan "Be My Valentine" (Jadilah Valentine-ku) sebagaimana yang lazim dilakukan dalam perayaan hari Valentine berarti penuturnya mendeklarasikan diri sebagai sang maha perkasa.

Kan udah tauuk... bahaya Valentine ?? udah deeh... kalau ngaku muslim sejati dan bukan muslim KTP, makanya jangan valentine-valentinan deh, urusin tuh solat pasti jarang, baca Al-Quran( pasti gag pernah ) yang bener tuuh menghadap ke Allah S.W.T. , tuhan sekalian alam, dari pada si valentino hayooo??
udah deeeh..... dari pada uangnya buat kayak begituan, gag bener mending sumbangin ke fakir miskin, sodaqohkan ke amal jariyah, lumayan dikit-dikit nambah bekal pahala di akhirat nanti owkay!!
(yazid-wira-faris)